Pelayanan Kurang, Tarif Air Minta Dinaikkan

Artikel Ilmu Komunikasi
By -
0
Liputan6.com, Jakarta: Perusahaan penyedia air minum Jakarta meminta tarif dinaikkan. PT Aerta, sebagai salah satu penyedia air minum di Jakarta, mengakui sedang menggodok rencana kenaikan tarif mengingat harga yang ditetapkan saat ini amat murah. Yaitu Rp 1.050 sampai Rp 12 ribu per kubik atau Rp 1 hingga Rp 12 per liter.

Namun, Koordinator Koalisi Rakyat untuk Hak Atas Air, Hamong Santono, menilai permintaan ini tidak tepat. Tarif air masih tinggi. Jika dinaikkan, masyarakat yang menjadi korban. "Dilihat harga sekitar Rp 7.000, menurut saya sudah terlalu mahal karena berada di atas tingkat keekonomian harga air," kata Hamong kepada SCTV, Rabu (21/1).

Belum lagi pelayanan yang diberikan Perusahaan Air Minum masih jauh dari bagus. Banyak warga Jakarta yang membeli air atau menggunakan air sumur karena pasokan PAM sering mati, berbau, bahkan terkadang berlendir. "Seharusnya lancar dulu airnya," kata Dedi. Warga Rumah Susun Tanah Tinggi, Johar Baru, Jakarta Pusat, ini hanya mendapatkan aliran air empat jam dalam sehari.(YNI/Tim Liputan 6 SCTV)

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)

Followers